FORMULASI SEDIAAN TRANSDERMAL PDF

Transdermal Drug Delivery, contohnya Hormone Replacement (testosterone, Pada formulasi bentuk sediaan obat juga diperlukan berbagai. PDF | Novel drug delivery via transdermal route offer several advantages over Formulasi dan Uji Penetrasi Sediaan Gel Transfersom yang. Kondroitin Sulfat (CS) dalam bentuk sediaan oral telah digunakan untuk diperlukan formulasi CS ke dalam bentuk sediaan lain seperti patch.

Author: Samuran Gulabar
Country: Paraguay
Language: English (Spanish)
Genre: Science
Published (Last): 24 October 2005
Pages: 211
PDF File Size: 20.36 Mb
ePub File Size: 6.69 Mb
ISBN: 828-8-50960-669-1
Downloads: 57108
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Tygorisar

Namun demikian, salah satu tantangan terbesar para ahli dan peneliti bidang teknologi formulasi sediaan obat, terutama untuk sediaan per-oral adalah upaya untuk meningkatkan ketersediaan hayati bioavailabilitasterutama untuk obat-obat yang memiliki kelarutan kecil atau bahkan sukar larut.

Sebagai contoh cerivastatin suatu obat antihiperkolesterolemia yang dapat merusak ginjal, Entero-vioform kliokuinol suatu obat anti disentri amuba yang pada orang Jepang menyebabkan kelumpuhan pada otot mata SMON diseasefenil propanol amin yang sering terdapat pada obat flu harus diturunkan dosisnya dari 25 mg menjadi tidak lebih dari transdemal mg karena dapat meningkatkan tekanan darah dan kontraksi jantung yang membahayakan pada pasien yang sebelumnya sudah mengidap penyakit jantung atau tekanan darah tinggi, troglitazon suatu obat antidiabetes transdsrmal Amerika Serikat ditarik karena merusak hati.

Menunjukkan keunggulan pemberian glukosamin MediLynk secara transdermal dibandingkan pemberian secara oral pada tikus. Obat terdispersi dengan baik dalam eksipien cair yang inert dalam lapisan ini.

Proses penemuan obat baru merupakan sebuah rangkaian langkah yang sangat panjang dan melibatkan berbagai disiplin ilmu. Obat yang diberikan secara transdermal masuk ke tubuh melalui permukaan kulit yang kontak langsung dengannya baik secara transeluler maupun secara inter seluler.

Published on Aug View Download 3. Seviaan garis besar, berdasarkan bentuk sediaannya, obat dapat digolongkan menjadi 4 macam, yaitu: Studi ini dilakukan dalam jangka waktu lama untuk melihat nilai terapeutik dan pengalaman jangka panjang formulasii menggunakan obat.

  AMAR OU DEPENDER WALTER RISO PDF

Studi pada manusia yang sakit pasien 5. Desain transdermal patch tipe obat dalam transder,al Contoh matriks patch yang disediakan melalui penguapan solven: Secara garis besar, penelitian dan pengembangan suatu obat dapat dibagi menjadi beberapa tahap sebagai berikut: Studi pada hewan percobaan 3.

Uji toksisitas sampai saat ini masih tetap dilakukan pada hewan percobaan, belum ada metode lain yang menjamin hasil yang dapat menggambarkan toksisitas pada manusia.

Fase IV, setelah obat dipasarkan masih dilakukan studi pasca pemasaran post marketing surveillance yang diamati pada pasien dengan berbagai kondisi, sedjaan usia dan ras. Akhirnya obat baru hanya lolos 1 dari lebih kurang Kelompok umur dan kondisi fisik manusia yang dituju, dengan pertimbangan khusus untuk anak-anak, wanita hamil atau orang lanjut usia. Bahkan penetrasinya lebih banyak dari pada kulit normal.

Yang kedua menggunakan minyak nabati untuk membawa xediaan obat dan menembus kulit untuk memasuki sirkulasi darah. Mengurangi penguraian obat dengan melewati digesive system.

Inovasi penghantaran12obat ini memiliki keunggulan dibandingkan jalur panghantaran obat yang lain, di antaranya: Lapisan perekat atau semacam lem untuk menempelkan impermeable back beserta drug reservoir pada kulit Pada mulanya yang dilakukan pada uji praklinik adalah pengujian ikatan obat pada reseptor dengan kultur sel terisolasi atau organ terisolasi, selanjutnya perlu diuji pada hewan utuh.

Hewanhewan sedaian sangat berjasa bagi pengembangan obat.

Transdermal Delivery Technology

Akan tetapi belum semua uji dapat dilakukan secara in vitro. Pada formulasi bentuk sediaan obat juga diperlukan berbagai macam bahan formulaei excipient. Setelah hasil studi fase IV dievaluasi masih memungkinkan obat ditarik dari perdagangan jika membahayakan. Bentuk Sediaan Obat dapat mengandung satu atau lebih komponen bahan aktif. Meminimalisaasi ketidakteraraturan absorbsi dibandingkan dengan jalur oral yang dipengaruhi oleh pH, makanan, kecepatan pengosongan lambung, waktu transit usus, dll.

  CHRISTOFIDES TSP PDF

Sediaan transdermal yang biasa dijumpai di pasaran saat ini adalah transdermal therapeutic system TTS yang biasa disebut sebagai plester. Karena hanya dengan menggunakan hewan utuh dapat diketahui apakah obat menimbulkan efek toksik pada dosis pengobatan atau tidak. Lapisan ini berguna untuk mencegah melekatnya lapisan perekat pada kemasan sebelum digunakan. Semua hasil pengamatan pada hewan tersebut menentukan apakah calon obat tersebut dapat diteruskan dengan uji pada manusia atau tidak.

Meski demikian, penetrasi melalui kulit yang rusak tidak dianjurkan karena absorbs obat menjadi sulit untuk diprediksi.

Hal ini karena untuk dapat berpenetrasi ke dalam kulit, obat harus dalam bentuk cair, serta d. Memiliki titik lebur yang relatif rendah. Jika suatu senyawa atau molekul aktif telah dibuktikan secara farmakologis, maka senyawa tersebut selanjutnya memasuki tahap pengembangan dalam bentuk foemulasi optimumnya.

seminar Tugas Akhir 1 by hani handayani on Prezi

Contoh bentuk sediaan khusus ini antara lain: Studi pada manusia yang sakit dengan populasi diperbesar 6. Transdermal Drug Delivery System Documents.

Sebaliknya, pemberian secara topikal pada dosis yang sama menunjukkan tanda-tanda adanya wediaan pada darah setelah 30 menit pemberian. Inti perbedaan di antara keduanya adalah pada sistem reservoir laju pelepasan obat dari sediaan dan laju permeasi kulit ditentukan oleh kemampuan kulit mengabsorbsi obat sedangkan pada sistem matriks laju pelepasan obat dari sediaan diatur oleh matriks. Lapisan ini berguna untuk melindungi obat dari air dan sebagainya yang dapat merusak obat.

Misalnya telapak kaki, dll; 5. Input obat ke sirkulasi sistemik terkontrol serta dapat menghindari lonjakan obat sistemik f.